Posts

Solusi Tepat untuk yang Doyan Bikin Kue Lebaran

Image
Menjelang akhir bulan ramadhan seperti ini, saya mulai direpotkan dengan agenda bikin kue. Tahun lalu saya belum punya aktifitas rutin di luar rumah, jadi bisa full ngebantuin ibu yang memang udah langganan jual kue kering lebaran untuk tetangga sekitaran tempat tinggal kami. kue jualannya emak saya (skippy, panda sunkis dan coklat kurma) Nah sekarang beda lagi ceritanya, saya sudah punya kesibukan sendiri dan cuma ada waktu di malam hari. Agenda bikin kue perlu dijadwalkan dengan baik supaya semua kue pesanan bisa kelar tepat waktu. Selain mengagendakan jadwal, peralatan yang digunakan juga musti dalam kondisi prima. Bayangin aja, pemakaian dalam durasi yang panjang kan bisa bikin mixer terbakar dan kalau sudah begitu bakalan banyak waktu yang terbuang sia-sia. Dan mixer terbakar itu benar-benar kejadian pada saya beberapa hari yang lalu. Ceritanya kan saya sedang mengaduk bahan-bahan untuk membuat kue gabus (sebelumnya mixer sudah digunakan untuk pengadukan bahan kastang...

SERING NONTON, Nonton Film ala Komunitas Film Medan

Saya sebenar-benarnya punya dua hobi yang mendarah daging dan sering kali mengganggu aktivitas harian saya. Kenapa? Karena jika sudah dimulai, maka saya akan susah berhenti. Pertama, tentu saja kebiasaan baca buku terutama novel fiksi dan komik. Sedangkan yang kedua adalah nonton film. Nah untuk urusan nonton ini, saya nggak pilih-pilih kecuali horror dan thriller seperti saw dan human centripede *euw..* Untuk hobi kedua ini biasanya saya akan minta donlotan dari teman dan ngumpul-ngumpul sama komunitas film. Kenapa? Karena kalau tiap minggu nongkrong di 21, bisa-bisa belum tengah bulan dompet udah jebol aja. Ngumpul sama komunitas film punya banyak keuntungan Salah satunya saya bisa nonton film-film bagus secara gratis, sering pula film-film yang mereka miliki adalah film-film kelas festival dan pemenang award di beberapa Negara. Selain itu, kawan-kawan di komunitas film ini nggak pelit berbagi ilmu. Saya aja yang awalnya cuma suka nonton film, sekarang mulai tertarik untuk b...

6 Restoran Korea Paling Populer di Medan

Image
Sebenarnya saya sudah lama kepingin posting tentang makanan korea, tapi selalu nggak jadi. Alasannya macem-macem, mulai dari males sampai menumpuknya pekerjaan. Sebenernya saya juga bukan maniak makanan korea sih, maniak dramanya sih iya, hehehee.... Ada 6 restoran korea yang saya tau masih eksis di medan, tapi nggak semua pernah saya kunjungi karena nggak semuanya halal. Nah buat pembaca yang pengen nyobain sensasi makan Bibimbap, Kimchi dan Toppokki, silahkan lanjut baca aja ya.... 1. Zing Do (Halal) Kalau menurut saya, Zing Do ini restoran korea paling terkenal di Medan. Kenapa? Mungkin karena harganya relatif terjangkau dan halal. Saya sudah beberapa kali berniat mampir ke resto satu ini, tapi karena letaknya agak sulit saya jangkau, jadi males kalau sendirian.  Makanan yang paling direkomendasiin sama temen-temen blogger adalah BAP Chicken Bulgogi, kata yang review sih enak banget dan pedesnya nendang. Trus saya pernah liat foto tampilan Bibimbap yang direview te...

Narasi Rangga

Perjalanan selalu membawa saya pada sebuah tanda tanya. Tentang sesuatu yang tidak dapat diungkapkan dengan rangkaian kata-katadan sebuah pertanyaan "Apakah dunia sedemikian kecilnya, dan raga sedemikian hina, hingga segala tempat enggan menerima?" Namun saya mencoba untuk terus melangkah, bahkan saat keempat penjuru mata angin mengkhianati saya. Karena hidup saya, tidak lebih dari potongan sakit hati dan kekecewaan. Dan saya harus tetap kuat, hingga saya bercengkrama sekali lagi dengan kebenaran. -Rangga versi saya 'Bukan Ada Apa Dengan Cinta'-

'Bukan' Ada Apa Dengan Cinta

Penggalan cerita dan percakapan yang saya tulis ini bukanlah naskah sekuel AADC 2. Penggalan cerita dan percakapan di bawah ini terlahir karena saya terlalu mencintai sosok Rangga. Anggap saja cerita ini hanya sebuah upaya saya untuk memaafkan Rangga yang saya anggap telah mengecewakan saya di sekuelnya AADC. -Saya-  Dalam bayangan saya, Rangga setelah empat belas tahun adalah sosok pria yang hidup dengan menjadi kolumnis pada surat kabar-surat kabar Indonesia. Pandangannya dan tulisanya masih sangat kritis. Dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan tidak pernah menetap di satu tempat dalam waktu yang lama. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke indonesia. Pertemuan cinta dan Rangga diawali oleh rasa penasaran Cinta pada salah satu tulisan Rangga yang dimuat di media cetak. Lantas Cinta mencari tahu dan menyadari bahwa Rangga adalah penulisnya dan saat itu Rangga tengah berada di Indonesia. Cinta mencoba mengirim email dan memulai komunikasi, hal-hal s...

Ada Apa Dengan Rangga?

Tulisan ini bersifat curhatan pribadi, dan mengandung spoiler. Kalau ada yang belum nonton AADC 2 dan nggak mau spoiler, harap hati-hati saat membaca. Hehehhe.... Awalnya saya berniat memposting tulisan ini dengan judul ‘Menghujat Rangga’, tapi nggak jadi karna setelah saya fikir ulang, saya nggak punya hak juga untuk menghakimi Rangga seekstrim itu.  Lantas kenapa saya harus marah pada rangga atau lebih tepatnya bertanya dengan ekspresi kesal “Ada Apa Dengan Rangga?”  Mungkin saya bukan orang yang menonton AADC 1 di bioskop dan merasakan euphoria cintanya Cinta dan Rangga yang menggebu-gebu saat itu. Saya menonton AADC bertahun kemudian dan hanya menikmati chemistry mereka lewat layar televisi di salah satu stasiun TV swasta. Namun itu sudah cukup, cukup membuat saya kepengin punya pacar seperti Rangga *Eaaakk….* AADC sebenarnya punya formula kisah cinta remaja yang biasa-biasa aja, konsep ceritanya nggak terlalu nyeleneh tapi saya harus mengakui bahwa chemistr...

Pilih Realistis atau Idealis ??

Berawal dari ajakan seorang teman untuk ngebandrek, obrolanpun mengalir ngalor ngidul *kami berdua memang punya penyakit susah berhenti kalau sudah ketemu dan ngobrol* mulai dari ngomongin kerjaan, kontrakan, kuliahan, hal-hal yang ada disekitar kita, sampai akhirnya obrolan beralih pada topik yang agak serius 'pasangan dan masa depan'. Nah, kami berdua punya satu kesamaan saat ini dan mungkin juga dialami sama semua perempuan indonesia yang usianya udah hampir-hampir kepala tiga, pertanyaan seputar "Kapan menikah?" dan sejenisnya. Lantas apa hubungannya dengan judul yang saya pilih? Tentu saja ada hubungannya dan itu menyangkut jawaban yang kami lontarkan malam itu. Jujur saja, saya termasuk tipikal yang suka sekali menggampangkan segala hal. Misalnya saya ditanya tentang siapa saya dua tahun mendatang? Maka jawaban yang mungkin muncul adalah perempuan 28 tahun. Hanya itu? Iya cuma itu, kan dua tahun lagi belum terjadi dan nggak ada siapapun yang ta...