Posts

Ada Apa Dengan Rangga?

Tulisan ini bersifat curhatan pribadi, dan mengandung spoiler. Kalau ada yang belum nonton AADC 2 dan nggak mau spoiler, harap hati-hati saat membaca. Hehehhe.... Awalnya saya berniat memposting tulisan ini dengan judul ‘Menghujat Rangga’, tapi nggak jadi karna setelah saya fikir ulang, saya nggak punya hak juga untuk menghakimi Rangga seekstrim itu.  Lantas kenapa saya harus marah pada rangga atau lebih tepatnya bertanya dengan ekspresi kesal “Ada Apa Dengan Rangga?”  Mungkin saya bukan orang yang menonton AADC 1 di bioskop dan merasakan euphoria cintanya Cinta dan Rangga yang menggebu-gebu saat itu. Saya menonton AADC bertahun kemudian dan hanya menikmati chemistry mereka lewat layar televisi di salah satu stasiun TV swasta. Namun itu sudah cukup, cukup membuat saya kepengin punya pacar seperti Rangga *Eaaakk….* AADC sebenarnya punya formula kisah cinta remaja yang biasa-biasa aja, konsep ceritanya nggak terlalu nyeleneh tapi saya harus mengakui bahwa chemistr...

Pilih Realistis atau Idealis ??

Berawal dari ajakan seorang teman untuk ngebandrek, obrolanpun mengalir ngalor ngidul *kami berdua memang punya penyakit susah berhenti kalau sudah ketemu dan ngobrol* mulai dari ngomongin kerjaan, kontrakan, kuliahan, hal-hal yang ada disekitar kita, sampai akhirnya obrolan beralih pada topik yang agak serius 'pasangan dan masa depan'. Nah, kami berdua punya satu kesamaan saat ini dan mungkin juga dialami sama semua perempuan indonesia yang usianya udah hampir-hampir kepala tiga, pertanyaan seputar "Kapan menikah?" dan sejenisnya. Lantas apa hubungannya dengan judul yang saya pilih? Tentu saja ada hubungannya dan itu menyangkut jawaban yang kami lontarkan malam itu. Jujur saja, saya termasuk tipikal yang suka sekali menggampangkan segala hal. Misalnya saya ditanya tentang siapa saya dua tahun mendatang? Maka jawaban yang mungkin muncul adalah perempuan 28 tahun. Hanya itu? Iya cuma itu, kan dua tahun lagi belum terjadi dan nggak ada siapapun yang ta...

Antara Moralitas dan Mentalitas

Beberapa hari ini saya dibuat tercengang oleh banyaknya kasus kriminal yang terjadi dan melibatkan pelajar. Sebut saja kasus hilangnya seorang mahasiswi UGM yang ternyata dihabisi oleh petugas kebersihan kampusnya sendiri. Lalu kasus penganiayan seksual yang dialami oleh Yuyun, seorang pelajar SMP yang dilakukan oleh remaja yang diantaranya juga masih berstatus pelajar. Dan terakhir, yang terjadi di salah satu universitas muslim di Medan, Seorang mahasiswa tega menghilangkan nyawa dosennya sendiri. Sekeras apapun saya berfikir, saya tetap tidak mampu memahami alasan pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Tindak kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan baik itu dalam hukum dan juga norma sosial. Namun saat saya membaca berita-berita tersebut, entah mengapa saya merasa sangat terenyuh ketika menyadari bahwa uang hasil menggadaikan barang berharga korban ternyata digunakan untuk membeli susu bayi dan sepat...

Murah Meriah Bikin Kenyang

Image
Postingan ini seharusnya udah kelar sejak lama, tapi selalu gagal dengan berbagai macam alasan. Istilah ngebakso di kota Medan udah sangat umum ya. Mencari pedagang bakso dan mie ayam juga mudah. Mulai dari bakso ayam, bakso daging sampai bakso urat. Tapi menemukan bakso yang rasanya murah dengan harga terjangkau dan bikin kenyang alias porsinya nendang, itu lain ceritanya. Gede kan ukuran baksonya, saya setiap liat foto ini bawaannya jadi laper terus Nah, temen saya ada juga yang maniak bakso dan dia mengajak saya untuk mencicipi bakso yang menurutnya enak, murah dan porsinya bisa bikin kenyang. Ternyata penjualnya hanya menggunakan gerobak yang mangkal di salah satu gang kecil di depan hotel Aston. Kalau saya nggak salah ingat, gang nya itu diantara penjual mesin foto copy dan melalui gang itu bisa tembus ke jalan mesjid.  Pokoknya gampang lah, kalau ada yang minat ngebakso di tempat yang sama, tinggal turun di depan hotel Aston, nyebrang dan tanya-tanya aja sama peda...

Berbagi Kebahagian di Anniversary KREATIF ke-28

Image
Adek-adek dari PAUD PKPA dan Kru kreatif yang kompak dengan kostum black and white Momentum perayaan hari ulang tahun biasanya diperingati dengan cara khusus agar selalu dapat dikenang, terlebih agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Begitu pula yang dilakukan oleh pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Kreatif Universitas Negeri Medan pekan lalu (23/4). Perayaan ulang tahun ke-28 yang dilaksanakan di sekretariat Pers Mahasiswa Kreatif tersebut dibuka oleh Prof Dr Sahat Siagian selaku Wakil Rektor III Universitas Negeri Medan. Pada perayaan tersebut dilantik pula 19 kru baru kreatif yang diharapkan dapat berperan aktif menjadi media penyambung lidah bagi mahasiswa.  Perayaan ulang tahun yang diisi oleh teatrikal, musikalisasi puisi dan catatan kegiatan kru kreatif yang dirangkum dalam sebuah video singkat tersebut dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua puluh undangan diantaranya LPM Dinamika, LPM Pijar, Himpunan Mahasiswa Jurusan, SEMAF, UKM MENWA, PMI...

Tidur Cantik Yuk...

Image
Cakep kan cahayanya? Saya nggak bohong kan? :) Postingan ini muncul karena dua hal yang nggak ada hubungannya sama sekali. Pertama, karena adik saya yang paling kecil dan bawel lagi keranjingan membuat table lamp dari stik es krim. Alasan kedua karena baru-baru ini saya menonton drama korea yang emang lagi booming banget 'descendant of the sun' dan di salah satu episodenya ada adegan pemeran Dr Kang menyalakan lilin agar dia keliatan lebih cakep diantara-bayang-bayang pendar cahaya. Nah lho, nggak ada hubungannya kan alasan pertama dan kedua dengan judul yang saya pakai? Sebenarnya pada adegan DoTS itu saya tertarik dengan statement Dr Kang yang percaya kalau cewek bisa keliatan lebih cantik diantara cahaya lilin, dan kebetulan table lamp yang dibuat adek saya itu pendar cahayanya cakep.  Ini spinning gitu modelnya, tapi nggak bikin pusing kok.. Akhirnya saya kan nyobain tuh, malem-malem pas mau tidur cuma ngidupin lampu meja, terus kacaan deh. Dan ternyata, ...

Travelling ke Pulau Banyak I (Pulau Balai dan Keragaman Budaya)

Image
Berasa langit dan lautan menyatu kan ya?  Saya dan teman-teman berangkat dari Medan pada pukul delapan malam. Namun perjalan kami agak terhambat dikarenakan macet parah. Putra, salah seorang teman yang ikut dalam perjalanan ini, baru bisa menyalurkan hasrat berkendaranya sesaat selelah melintasi kawasan Berastagi. Namun perjalanan kami lagi-lagi melaju lambat saat kendaraan memasuki perbatasan Aceh Singkil dikarenakan kabut yang mulai tebal dan jalanan yang berkelok-kelok. Pada pukul tiga dini hari, kami tiba di Aceh singkil. Karena sudah terlalu larut malam, kami tidak bisa langsung menyebrang untuk menjelajahi Pulau Banyak. Namun jangan khawatir, ada banyak penginapan yang dapat dipilih sebagai alternative dengan harga seratus hingga seratus lima puluh ribu rupiah semalam.  Tapi kali ini kami lebih memilih untuk menerima tawaran Acong, salah seorang teman yang kebetulan orang tuanya bermukin di dekat pelabuhan. Teh manis dan kue khas aceh singkil yang bent...